PENGARUH BEBAN KERJA DAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN PERATURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN PT. ASDF YANG DITEMPATKAN DI INDUSTRI FARMASI DI BANDUNG

Apriyadi Prasetyo Utomo
Dr. Aries Zuswana., S.H., M.M., M.H
61101024100223
2026
PENGARUH BEBAN KERJA DAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN PERATURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN PT. ASDF YANG DITEMPATKAN DI INDUSTRI FARMASI DI BANDUNG
Depok-GICI Business School-2026
Tesis

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh beban kerja dan kesehatan mental terhadap penilaian kinerja karyawan dengan peraturan perusahaan sebagai variabel intervening pada karyawan PT. ASDF yang ditempatkan di industri farmasi wilayah Bandung. Perkembangan industri farmasi yang pesat menuntut target produksi tinggi serta tingkat ketelitian yang ketat, yang berpotensi meningkatkan beban kerja dan memengaruhi kondisi psikologis karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. ASDF bagian teknik yang ditempatkan di industri farmasi di Bandung sebanyak 420 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 205 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (margin of error 5%). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur skala Likert. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0.Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap penilaian kinerja karyawan (O = 0,608; t = 9,081; p = 0,000); (2) Kesehatan mental berpengaruh positif dan signifikan terhadap penilaian kinerja karyawan (O = 0,171; t = 3,363; p = 0,001); (3) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap peraturan perusahaan (O = 0,574; t = 16,582; p = 0,000); (4) Kesehatan mental berpengaruh positif dan signifikan terhadap peraturan perusahaan (O = 0,575; t = 14,875; p = 0,000); (5) Peraturan perusahaan secara signifikan memediasi pengaruh beban kerja terhadap penilaian kinerja karyawan (O = 0,178; t = 3,653; p = 0,000); (6) Peraturan perusahaan secara signifikan memediasi pengaruh kesehatan mental terhadap penilaian kinerja karyawan (O = 0,178; t = 4,182; p = 0,000); serta (7) Kombinasi interaksi variabel beban kerja dan kesehatan mental secara simultan didukung sebagian, di mana interaksi efek kuadratis (QE) beban kerja terbukti signifikan (p = 0,005), sedangkan interaksi kesehatan mental tidak signifikan (p = 0,527). Nilai koefisien determinasi (R-Square) untuk variabel Penilaian Kinerja Karyawan sebesar 0,796, yang mengindikasikan bahwa 79,6% variasi penilaian kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh beban kerja, kesehatan mental, dan peraturan perusahaan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya efektivitas manajemen beban kerja dan program perlindungan kesehatan mental yang didukung oleh kepatuhan regulasi internal guna mengoptimalkan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Beban Kerja, Kesehatan Mental, Peraturan Perusahaan, Penilaian Kinerja Karyawan, PLS-SEM.

Kata kunci: Beban Kerja, Kesehatan Mental, Peraturan Perusahaan, Penilaian Kinerja Karyawan, PLS-SEM.

  • APRI BAB 1.pdf
  • APRI BAB 2.pdf
  • APRI BAB 3.pdf
  • APRI BAB 4.pdf
  • APRI BAB V.pdf
S2 Manajemen
1