STRATEGIES FOR FOSTERING NATIONALISM THROUGH BUYA HAMKA'S SUFISM EDUCATIONAL LENS IN THE DIGITAL ERA
Penelitian ini mengkaji bagaimana pendidikan tasawuf Buya Hamka dapat menumbuhkan semangat nasionalisme di era digital. Studi ini menggunakan pendekatan hermeneutika fenomenologis dan analisis konten untuk mengekstrak dan menganalisis pandangan Buya Hamka tentang kecerdasan spiritual dan perannya dalam menumbuhkan kemurnian sosial. Temuan ini mengungkapkan strategi dari Buya Hamka untuk mempromosikan nasionalisme di era digital dengan memasukkan prinsip dan praktik Sufisme ke dalam kerangka pendidikan. Hamka menganggap Sufisme sebagai kekuatan pemersatu yang mampu melampaui perpecahan berdasarkan kesatuan dan wilayah. Sufisme memberikan kesamaan bagi orang Indonesia dari berbagai latar belakang untuk bersatu di bawah identitas Islam bersama. Lebih lanjut, ia berpendapat pentingnya dimensi batin dan spiritual Islam, seperti disiplin spiritual, sebagai komponen integral dari pendidikan Islam. Pendidikan harus menekankan peningkatan kecerdasan kognitif dan memelihara kualitas seperti kasih sayang, kerendahan hati, dan integritas. Dalam pandangan Hamka, pendidikan Islam menggabungkan ajaran Islam tradisional, prinsip tasawuf, dan komitmen untuk mengembangkan karakter kebangsaan yang kuat
Kata kunci: Buya Hamka; Sufism; nationalism; education; Digital Era